Pilih Laminate Flooring atau Lantai Kayu yang Lain?

Rumah idaman dengan interior ruangan yang menarik dan memanjakan mata adalah impian setiap orang. Dengan memiliki rumah yang bernuansa unik yang berbeda dari yang lainnya tentu ini akan menjadi suatu kepuasan sendiri. Salah satunya ada dengan merubah interior lantai ruangan.

Jika Anda sangat tertarik untuk menggunakan bahan kayu alami untuk lantai rumah, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Sebab, Memilih lantai kayu yang tepat akan membuat Anda menghemat waktu dan biaya perawatan.Sebelum menentukan pilihan lantai kayu yang tepat ada beberapa hal yang harus diketahui, diantaranya adalah cuaca, kelembaban, dan desain interior rumah. Selain itu hal penting lain yang harus diperhatikan adalah masalah biaya.

Jika hunian anda mempunyai kelembaban yang tinggi tentu diperlukan lantai kayu keras yang relatif tahan terhadap muai susut. Jenis lantai dari kayu merbau dan bengkirai sangat cocok untuk lokasi yang mempunyai kelembaban tinggi.

Berikut adalah panduan ringkas untuk memilih lantai kayu:

Pilih Kayu yang Massa Jenisnya Berat

Berat jenis kayu sangat berpengaruh terhadap serat dan kekuatan kayu. Biasanya kayu yang mempunyai berat jenis tinggi masuk dalam kelas awet I dan II. Semakin berat jenis kayu seratnya semakin padat dan relatif tahan terhadap perubahan suhu dan cuaca. Contoh kayu yang mempunyai berat jenis yang sesuai untuk lantai adalah bengkirai, jati, merbau, dan kayu ulin.

Hindari Hati Kayu

Hati kayu, biasanya terdapat di tengah batang dan relatif lebih lunak daripada bagian kayu yang lain. untuk jenis kayu jati, hati kayu mudah patah dan kurang kuat dalam menahan beban sehingga hati kayu seringkali tidak digunakan di kayu olahan.

Hindari Gubal dan Sapwood

Gubal merupakan bagian pinggir kayu yang beririsan dengan kulit kayu. Gubal atau sapwood merupakan bagian yang relatif kurang kuat dan rawan terjadi cacat kayu seperti pinhole dan mudah diserang hama.Pada kayu-kayu yang berwarna gelap, gubal biasanya berwarna lebih muda atau cenderung putih. Di industri kayu, gubal biasanya tidak akan diproses karena daya tahannya yang rentan.

Solid Wood Flooring

Jenis ini menawarkan harga yang relatif tinggi karena dibuat dari bahan potongan kayu utuh. Pemasangannya membutuhkan waktu lama dan umumnya menimbulkan bau kimia dari hasil finishing.

Jenis lantai kayu ini tingkat muai susutnya tinggi sehingga resiko lantai mengalami kerusakan juga semakin besar, apalagi di Indonesia yang merupakan negara tropis, dimana tingkat kelembabannya sangat tinggi.

Laminate Flooring

Laminate Flooring sering disebut lantai kayu imitasi, disebabkan bahan dasar yang digunakan adalah HDF (High Densitiy Fiberboard) dan MDF (Medium Densitiy Fiberboard) yang berasal dari bubur kayu (pulp) yang dipress bersama dengan lem dan dilaminasi dengan paper décor yang bermotif kayu. Jenis bahan ini juga tidak tahan terhadap kelembaban . Jadi jika Anda mendambakan sentuhan suasana hangat yang ditampilkan dari corak kayu alami, Laminated Floor bukan pilihan yang tepat.

Engineering Wood

Engineering Wood Terbuat dari lantai kayu yang menggunakan bahan dasar kayu asli yang sudah diolah melalui teknologi modern system multi layer. Keunggulan dari engineering wood atau sering disebut engineer parket adalah pada prosesnya yang dibuat sedemikian rupa sehingga masalah-masalah umum yang sering terjadi pada kayu solid seperti penyusutan dan pembengkokan tidak terjadi, caranya dengan sistem teknologi layer dimana lapisan-lapisan kayu dipasang dengan arah serat yang berlawanan lapis satu dengan yang lainnya. Dengan demikian muai susut kayu saling mengikat dan membuatnya menjadi lebih stabil.

Itulah tips yang bisa menjadi referensi untuk anda, semoga informasi ini bisa bermanfaat

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License